Thursday, April 10, 2008

Duri Pertama (1)

Setelah komitmen bersama kami deklarasikan... ehem.. :)
(just fyi, pukul 02.35 a.m lho..)
Keesokan harinya kami berpisah. Dia harus menunaikan tugasnya di daerah lain (A), sedangkan aku tetap ditempat (B) tapi hanya sementara karena 3 hari ke depan aku juga harus kembali ke daerah asalku (C).
(ribet ya? hehehe... aku sengaja menyembunyikan identitas kami... karena esensi blog ini bukanlah untuk membuat kami populer tetapi sebagai tempat introspeksi kami masing-masing. maap ya...)

Perpisahan awal kami, sangat menyenangkan.
Penuh dengan sms dan telpon. Maklumlah.. kami berkenalan hanya 2,5 minggu, itupun hanya melalui email, sekali telpon dan sms.
Setelah pertemuan 8 jam, intensive transfer knowledge 2 jam, dan diskusi 2 jam, akhirnya kami membuat komitmen bersama.
Jadi, jangan iri kalo sms dan telpon-nya penuh dengan kata-kata kangen yang disertai senyum malu-malu dan pipi memerah.... halah.

Memasuki perpisahan permanen (aku di daerah C, dan dia di daerah B).. duri itu mulai terlihat.
Ternyata, apa yang aku pikirkan dan dia pikirkan pada awal komitmen dahulu, berubah total.
Awalnya, dia khawatir aku akan jadi berkurang intensitas komunikasi karena pekerjaan kantorku yang lebih pasti yaitu 8 jam. Dan aku khawatir akan salah satu sifatnya yang agak kurang pantas.

Ternyata, malah aku yang jadi mempermasalahkan intensitas komunikasi dan dia mempermasalahkan kesabaranku yang kurang.

Sigh!

No comments: