Monday, April 28, 2008

Kepercayaan

Hari minggu kemarin, aku pergi ke gereja di pusat keramaian.
Aku mengendarai motor sendirian.

Sampai di gereja tersebut, ternyata parkiran motor sudah penuh sekali.
Yang tertinggal adalah parkiran gelap di pinggir trotoar yang hanya dijaga oleh orang-orang ngga jelas.

Sialnya aku, ternyata parkiran di trotoar pun sudah penuh sekali.
Salah satu penjaga parkir disitu menawarkan:
"Mba, motornya diparkir dipinggir jalan aja. Tapi, jangan dikunci leher. Jadi, kalo ada motor yang keluar, motor mbak akan langsung saya masukin di parkiran motor trotoar."
Aku diam saja. Aku bimbang. Jika aku ngga mau, aku harus memarkir dimana? karena parkiran motor yang resmi sudah penuh. Kalaupun ada, itu pasti keberuntungan saja.
Tapi, kalo aku parkir tanpa kunci leher, apakah aman?
kan sama saja aku menyerahkan motorku secara cuma-cuma ke orang lain?

Lama aku berdiam. Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk mempercayai tukang parkir itu.
Aku meninggalkan motorku tanpa dikunci leher. Meninggalkan motorku hanya berdasarkan kepercayaan.

Selama ibadah, aku memang memikirkan nasib motorku. Apa yang terjadi, jika aku kembali ternyata motorku sudah lenyap? begitu pula dengan tukang parkirnya?
Tapi, pikiran itu tidak mengganggu jalannya ibadah. Aku tetap menikmati ibadah bahkan aku mendapat berkat dan pengetahuan baru.

Sepulang ibadah, aku menuju parkiran. Dan aku menemukan bahwa motorku sudah diparkir di parkir trotoar tanpa kurang suatu apapun.
Aku mengucap syukur kepada Tuhan, yang sudah menjaga motorku dengan baik :)

Tiba dirumah, aku berpikir..

"Kenapa aku bisa dengan mudah mempercayai tukang parkir jalanan yang tidak aku kenal, tetapi aku tidak bisa mempercayai dia yang beberapa bulan ini berkomitmen untuk menjadi pasanganku?"

....
....

No comments: