Wednesday, April 23, 2008

Stop Press!!

Tadi malam, kami bertengkar lagi..
Dan sepertinya, kali ini ngga ada yang mau mengalah.
Hingga battery hp-nya sudah low dan ngga bisa menelpon.

Akhirnya, kami sms-an.. dan beginilah bunyinya:

Bubbleboy
23/04/2008 22.24

Baterainya habis.
Besar harapan aku bisa punya pacar yang kalo memang jarak jauh yang ada cuma kangen, bercanda berbagi cerita, ga saling nuntut, bertengkar ga ada masalah dibuat masalah ;(

Bubblegirl
23/04/2008 22.31

Kamu pikir aku ga berharap seperti itu? Tapi, dianggap pun aku ngga. Dibentak iya, dijadikan nomor kesekian iya. Kamu juga merasa ngga dapat dukungan dari aku, trus kalo dah begini, bagaimana?


Bubbleboy
23/04/2008 22.39

Kamu selalu ngebalikin ke aku, ngga pernah kamu punya inisiatif solusi. Selama ini aku juga yang terus ngikut maumum. Tapi, kamu juga masih merasa ngga dianggaplah, di nomor kesekianlah. Kalo untuk dibentak kamu sendiri sudah tahu saat-saat seperti apa aku bentak kamu.
Sekarang terserah kamu, aku masih tetap seperti duku. Ikut aja apa yang baik buatmu dan aku.

Bubblegirl
23/04/2008 23.01

Kalo kamu masih seperti dulu, ga mungkin sekarang aku merasa sedih banget dan terasing dari kehidupan kamu. Bahkan masalah yang menyangkut masa depan kamu, yang mungkin juga jadi masa depan kita, kamu ngga ceritakan ke aku. Apalagi yang aku harapkan dari kamu? kenapa aku ga bisa mengerti/memahami kamu? kenapa kamu ga bisa sabar dan membimbing sikapku yang salah? Kenapa kita selalu bertengkar?
Aku ga pernah mau punya hubungan yang setiap ada masalah, jalan keluarnya adalah berdiam diri atau ambil waktu sendiri.
Aku bukan pengecut.
Aku mau memahami kamu, tapi bagaimana aku melakukannya kalo kamu ga menumbuhkan rasa percaya dalam diriku?
Aku konservatif, itu kuncinya.
Aku menunggu aksimu, dan aku akan memberikan reaksiku yang terbaik.
Kamu perlihatkan kepercayaanmu kepadaku, maka aku akan memahamimu lebih dari yang kamu harapkan.
Ini solusi dari aku. Kamu punya solusi lain?

Bubbleboy
23/04/2008 23.04

Kamu menanyakan kepercayaan??? Kepercayaan seperti apa lagi yang kamu tuntut dari aku? Hidupku, Keluargaku, keuanganku... Aku pikir ngga ada lagi yang tersisa dalamku untuk tidak aku percayakan buatmu. Solusiku cuma satu belajar tidak fokus pada diri sendiri (bermain-main dengan perasaan tapi dengan nalar). Bukan aku yang ngga percaya kamu.
Tapi, kamu yang ngga pernah percaya denganku.

Akhirnya.... aku jawab:

Bubblegirl
23/04/2008 23.44

Ya, aku mungkin ga bisa jadi yang terbaik buat kamu. Maafkan..


Dia ngga jawab. Sampai sekarang.

....
....
....
....
....
....


WAAAAAAAAAA................ apa yang sudah aku lakukan?!?!
Apakah itu berarti kami putus???

Aku ngga tahuuuuuuu.... aku bingung.........
dan jujur......
aku menyesal.

Jadi, bagaimana dong sekarang?!?!

No comments: