Hari ini adalah hari ke-5 aku tidak berkomunikasi dengan dia.
Minggu malam kemarin, kembali aku berbicara dengan dia ditelpon... dan untuk kesekian kalinya pembicaraan itu berakhir dengan keputusan yang tidak menyenangkan.
Hasil pembicaraan kami, adalah:
Dari sisi dia:
- dia merasa tidak nyaman dengan keadaan hubungan ini;
- dia merasa terlalu dituntut dan terlalu di intervensi;
- dia merasa tidak bisa menjadi dirinya sendiri;
- dia merasa perasaannya kepadaku sudah berubah tidak seperti awal;
- yang membuat dia bertahan dengan hubungan ini adalah komitmen dia kepadaku.
Dari sisi aku:
- aku tidak menemukan hal dari dia yang bisa membuat aku yakin;
- aku tidak melihat prioritas dia untuk aku;
- aku merasa sendirian dalam menyayangi dia;
- tapi, aku sayang kepadanya.
Sehingga, karena suasana dan juga perasaan kami sudah masing-masing berubah (dia sudah tidak merasa sayang lagi kepadaku, dan aku yang malah merasakan sebaliknya), dan juga karena beberapa hal sudah kami coba (aku, khususnya) untuk lebih mengerti keadaan ternyata tidak membuahkan hasil, aku memberikan saran kepada dia untuk mengambil waktu memikirkan apa yang dia mau dalam hubungan ini.
Kami menyelesaikan pembicaraan malam itu dengan sedikit tegang dan dingin.
Semuanya bertahan dengan ego masing-masing.
Selama 4 hari dan memasuki hari ke-5 aku tidak berkomunikasi dengan dia, sebenarnya aku pun sedang berpikir mengenai hubungan ini.
Dan inti pertanyaanku adalah:
"Apakah memang aku yang tidak AKAN pernah bisa berubah ataukah aku BELUM menemukan orang yang TEPAT untuk dapat menerima aku apa adanya?"
....
....
....
Thursday, May 15, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)